Jadi Pegawai Outsourcing Banyak Ruginya, Fakta atau Mitos?

Sebelum tahun 2010, banyak calon pekerja yang enggan untuk menjadi pegawai outsourcing. Alasannya karena status pegawai outsourcing lebih banyak merugikan pegawai. Jenjang karir yang hampir tidak ada, gaji yang dipotong oleh perusahaan penyedia outsourcing dan seringkali kesejahteraan pegawai tidak diperhatikan.

Apa sih outsourcing itu?

Menurut Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, outsourcing (alih daya) adalah penyediaan tenaga kerja. Dalam hal ini, perusahaan outsourcing adalah perusahaan yang menyediaan tenaga kerja untuk dipekerjakan pada perusahaan lain. Sedangkan pegawai outsourcing adalah pegawai yang terdaftar pada perusahaan outsourcing tetapi bekerja pada perusahaan lain sesuai kontrak yang telah disepakati.

Dalam hal ini, maka semua tanggung jawab yang berkaitan dengan gaji, HRD dan kesejahteraan pegawai outsourcing menjadi tanggung jawab perusahaan outsourcing. Pegawai outsourcing akan diberikan kontrak kerja dengan masa kontrak yang beragam. Tanggung jawab dan job desk pegawai outsourcing biasanya lebih spesifik sehingga bidang pekerjaannya sesuai dengan skill yang dimiliki.

Walaupun keberadaan perusahaan outsourcing telah diatur dalam undang-undang, dalam praktik lapangan seringkali ditemukan pegawai yang mengeluhkan bahwa potongan gaji yang diberikan untuk perusahaan outsourcing cukup banyak dan kesejahteraan yang tidak diperhatikan dengan baik. Dengan tidak adanya keterikatan pegawai outsourcing dengan perusahaan tempat bekerja, maka akan lebih sulit bagi mereka untuk memiliki jenjang karir dibanding pegawai kontrak atau pegawai tetap yang langsung berada di bawah tanggung jawab perusahaan tempat bekerja.

Sebenarnya, menjadi pegawai outsourcing tidak selamanya merugikan. Beberapa teman saya yang menjadi pegawai outsourcing setelah lulus kuliah mengatakan bahwa menjadi pegawai outsourcing dapat memperdalam skill sekaligus terjun langsung di dunia profesional. Waktu setahun atau dua tahun masa kontrak bisa menjadi batu lompatan untuk jenjang karir selanjutnya di perusahaan lain.

Dengan pertimbangan itu, maka tak ada salahnya membangun awal karir sebagai pegawai outsourcing. Agar kesejahteraanmu tetap terjaga, beberapa hal ini harus diperhatikan:

1. Jadi ‘Batu Lompatan’

Dengan sistem yang ada pada perusahaan outsourcing, maka status sebagai pegawai outsourcing memang lebih cocok untuk fresh graduate. Banyak perusahaan yang meminta syarat pengalaman kerja 1 atau 2 tahun. Dengan memanfaatkan sistem outsourcing, kamu bisa bekerja dengan skill yang sesuai dengan ilmu yang sudah kamu pelajari di bangku kuliah. Tentu saja dengan catatan kamu memang ingin mengembangkan dan mendalami skill tersebut serta ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan saat kuliah.

Jika memang ini adalah tujuanmu maka tidak ada salahnya mencoba untuk bergabung dengan perusahaan outsourcing. Mereka bisa mengatarkanmu ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pegawai dengan kualitas skill dan pengetahuan sesuai dengan yang kamu miliki.

2. Perkiraan Biaya Hidup dan Potongan Gaji

Sudah jadi rahasia umum bahwa gaji pegawai outsourcing akan dipotong sekian persen untuk perusahaan outsourcing. Maka pastikan kamu tahu berapa gaji pokok yang akan diterima, berapa potongan untuk perusahaan outsourcing dan berapa potongan-potongan lainnya (untuk pajak penghasilan, BPJS dan sebagainya). Kamu harus menghitung secara rinci berapa biaya hidupmu dan berapa perkiraan gaji bersih yang kamu terima.

Hal ini akan semakin penting jika kamu menerima pekerjaan di luar kota. Pastikan kamu tidak ‘rugi’ karena harus ada biaya tambahan untuk kos, biaya hidup sehari-hari dan transportasi. Jangan sampai kamu asal ambil tawaran padahal antara pendapatan dan pengeluaran bulanan tidak seimbang. Mengambil kesempatan boleh saja, namun kamu juga harus melihat realita.

3. Detail Rincian Kontrak

Kontrak. Satu kata yang harus kamu perhatikan secara rinci per kalimat demi kalimat. Jangan langsung menandatangi berkas-berkas  yang diserahkan padamu. Baca dan pelajari dulu dengan teliti dan tanyakan jika ada bagian yang tidak kamu mengerti. 3 hal yang harus kamu perhatikan:

a. Berapa lama kontrak?

Ini harus jelas. Misal kontrak kerja 2 tahun. Apakah setelah 2 tahun kamu bisa langsung mengakhiri kontrak atau ada syarat lainnya? Seringkali pegawai outsourcing kesulitan mengakhiri kontrak kerja walau masa kontrak telah berakhir karena ada syarat dan ketentuan berlaku. Pastikan kamu paham akan hal ini. Sebab waktu sangat berharga di usia produktifmu.

b. Denda/ganti rugi jika berhenti/diberhentikan sebelum kontrak selesai

Bagian ini juga harus jelas sebab perusahaan biasanya memberi denda atau nominal ganti rugi yang sangat besar jika pegawai kontrak memutuskan berhenti/resign sebelum masa kontrak berakhir. Kamu harus memastikan bagian ini, termasuk jika terjadi pemutusan hubungan kerja sebelum masa kontrak selesai, apakah kamu akan mendapat ganti rugi.

c. Aturan baru apakah mengubah kontrak kerja?

Seiring waktu berjalan setelah penandatanganan kontrak, sangat mungkin ada perubahan peraturan baik di perusahaan tempat bekerja atau pada perusahaan outsourcing. Jika terjadi perubahan aturan, tanyakan langsung apakah berpengaruh pada kontrak kerja yang sudah disepakati atau tidak? Ini tentu penting apalagi jika peraturan itu berhubungan dengan lama kontrak kerja dan hal-hal  yang berhubungan dengan kesejahteraan pegawai outsourcing.

4. Sesuaikan Kontrak Perjanjian dan Rencana Hidup

Adanya kontrak kerja tentu akan berpengaruh pada rencana-rencana hidupmu selama masa kontrak yang terlah disepakati. Misalnya saja kamu berencana menikah setahun yang akan datang. Namun kamu berhadapan dengan kontrak kerja 2 tahun yang mengharuskan kamu tidak boleh menikah selama masa kerja belum berakhir. Maka hal ini harus menjadi pertimbangan tidak hanya oleh kamu, tetapi juga pihak-pihak yang bersangkutan. Hal lain yang jadi pertimbangan adalah kehamilan, keharusan pindah kota/negara dan sebagainya.

Rencana dan kontrak yang jelas akan menjadi awal mula perjalanan karirmu. Dengan status sebagai pegawai outsourcing, kamu bisa mendapat pengalaman yang banyak dan menjadi bekal untuk jenjang karir selanjutnya. Semoga artikel ini bisa memuluskan langkah dan cita-citamu.