Kok Gajiku Banyak Potongan? Apa Gunanya Untuk Saya?

Bila kamu adalah fresh graduate yang baru saja mendapat pekerjaan, saya ucapkan selamat. Mulai saat ini kamu sudah bergabung di dunia yang penuh dengan warna dan tanggung jawab. Kamu masih anak baru, masih harus beradaptasi pada job desk dan lingkungan kantor lengkap dengan semua suka dukanya.

Jujur deh, satu hal yang paling kamu tunggu-tunggu pasti gaji bulanan pertama. Tentu kamu gembira saat pihak HRD memberikan nominal gaji sekian saat penandatanganan surat perjanjian atau surat kontrak kerja. Tapi.. saat akhir bulan kamu agak kecewa melihat slip gaji. Ada banyak sekali potongan yang membuat angka gajimu tidak utuh lagi.

Kemudian kamu bertanya-tanya, mengapa ada banyak potongan gaji? Kok rasanya dirugikan sekali sebab angkanya tidak sedikit. Lalu apa gunanya potongan-potongan gaji itu untuk kamu?

Coba baca dulu penjelasan di bawah, sebab setiap potongan gaji yang kelihatannya ‘merugikan’ kamu itu sebenarnya memberi manfaat yang banyak.

Pajak penghasilan (PPh)

Pengertian pajak penghasilan atau lebih sering disebut PPh pasal 21 berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Singkatnya, PPh pasal 21 akan memotong total gajimu satu tahun jika nilainya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Saat tulisan ini dipublikasikan, PTKP tahun 2017 adalah Rp54.000.000,- per tahun. Jadi jika total penghasilanmu setahun di bawah angka tersebut, maka gajimu tidak dipotong pajak. PTKP dapat berubah jika statusmu sudah menikah dan memiliki anak.

Apa gunanya?

Karena pajak sudah diatur dalam undang-undang, maka guna dari potongan ini adalah melaksanakan kewajibanmu sebagai Wajib Pajak orang pribadi kepada negara. Sebagai pemberi kerja, maka perusahaan tempatmu bekerja wajib mencatat pemotongan pajak ini sebagai  bukti untuk pelaporan SPT pajak setiap tahun.

BPJS

Mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS adalah kewajiban perusahaan. Undang-undang telah mengatur bahwa setiap pekerja di Indonesia, termasuk warga negara lain yang telah bekerja di Indonesia setidaknya 6 bulan wajib menjadi peserta BPJS.

Menurut Undang-Undang No 24 tahun 2012 tentang BPJS, disebutkan bahwa “Pemberi Kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta kepada BPJS sesuai dengan program Jaminan Sosial yang diikuti.”

Iuran BPJS Kesehatan dibayarkan sebagian oleh pemberi kerja dan sebagian lagi memotong gaji pekerja. Selain BPJS Kesehatan, pemberi kerja juga memiliki kewajiban mendaftarkan pekerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun.

Apa gunanya?

Keikutsertaan BPJS akan membuat para pekerja terlindungi. Saat kamu sakit, maka seluruh biaya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan (sesuai ketentuan dalam BPJS Kesehatan). Demikian juga untuk BPJS Ketenagakerjaan, pemotongan gajimu setiap bulan berguna untuk menjadi perlindungan dari kecelakaan kerja, hingga menjadi jaminan hari tua.

Girl in white and falling dollar banknotes. Currency and lottery concept. Young woman is thinking.

Asuransi kesehatan

Beberapa perusahaan, selain menggunakan BPJS Kesehatan juga mengikutsertakan pegawainya dalam asuransi kesehatan. Ini adalah pilihan bagi perusahaan. Namun jika perusahaan memiliki kebijakan memakai produk asuransi kesehatan, maka kamu mau tidak mau juga akan mendapati potongan asuransi kesehatan pada gaji.

Apa gunanya?

Seperti kita ketahui, BPJS Kesehatan dalam praktiknya masih belum rapi dan banyak kendala. Belum lagi antrian super panjang di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang terdaftar pada BPJS Kesehatan. Maka jika kamu memiliki asuransi kesehatan lain dari perusahaan tempat bekerja, maka pelayanan kesehatan yang diberikan cenderung lebih baik dan mudah dibanding BPJS Kesehatan.

Potongan pinjaman

Potongan ini baru muncul jika kamu mengajukan pinjaman uang pada perusahaan. Biasanya ada kesepakatan bahwa untuk melunasi pinjaman tersebut, maka akan dicicil dari pemotongan gaji setiap bulan.

Apa gunanya?

Kebijakan pinjaman uang ini bertujuan untuk membantu pegawai yang membutuhkan dana cepat. Biasanya pengauan pinjaman lebih mudah dan tidak memakai syarat administrasi yang banyak. Meski demikian, saran saya, walaupun pengajuan pinjaman di perusahaan cukup mudah, ambilah pinjaman jika memang ada kondisi mendesak dan urgent saja.

Potongan absensi

Beberapa perusahaan memiliki kebijakan  bahwa setiap keterlambatan kerja atau absen tanpa kejelasan, maka akan berdampak pada pemotongan sekian persen gaji setiap bulan. Kalau kamu rajin dan tidak pernah bolos kerja maka potongan ini tidak akan muncul di slip gajimu.

Apa gunanya?

Untuk mendisiplinkan pegawai.

Masih ada beberapa potongan lain yang tidak ada dalam tulisan di atas. Jika memang ada, tanyakanlah kepada pihak HRD potongan tersebut untuk apa sebab kamu berhak mengetahui semua data gaji beserta potongan-potongannya. Jangan khawatir bahwa potongan gajimu akan tertukar dengan milik rekan kerja yang lain. Sebab pencatatan payroll semakin hari semakin mudah dengan adanya software payroll.

Mulai sekarang, jangan khawatir lagi akan pemotongan gaji, sebab potongan-potongan tersebut walau tampak merugikan, sebenarnya lebih banyak memberi perlindungan tak tampak untukmu saat ini dan saat tua nanti.

Saya Tidak Pernah Dapat Slip Gaji, Apakah Itu Wajar?

Hore… akhirnya kamu mendapat pekerjaan dan mendapat gaji setiap bulan. Kamu akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Akhirnya kamu bisa menabung bahkan bisa membantu urusan ekonomi keluarga.

Tapi oh tapi, saat berkumpul dengan teman-teman yang bekerja di kantor berbeda, kamu menyadari ada yang tidak beres di kantormu. Semua teman bercerita bahwa mereka selalu diberi slip gaji setiap bulan, tetapi kamu tidak pernah dapat. Bahkan saat kamu butuh slip gaji sebagai syarat untuk mengambil kredit sepeda motor, pihak HRD tidak mau memberikan dengan jutaan alasan.

“Perusahaan wajib memberi slip gaji sebagai bukti bahwa kamu sudah menerima gaji setiap bulan. Lagipula kalau ada slip gaji kamu jadi tahu berapa gaji pokok, tunjangan dan potongan-potongan gaji supaya lebih transparan,” ujar sahabatmu.

Makin galau..

Kenapa perusahaan tidak mau memberi slip gaji? Apakah sesulit itu mencetak sehelai slip gaji setiap bulan? Apakah ada yang ditutup-tutupi dari pemberian gaji setiap bulan? Jangan-jangan gaji saya dipotong ini dan itu yang tidak saya ketahui?

Kalau sudah berkaitan dengan gaji, semua bisa bikin pusing dan menjadi hal yang sensitif. Lalu apakah benar bahwa setiap perusahaan wajib memberikan slip gaji setiap bulan sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja?

Perusahaan WAJIB memberikan slip gaji

Untuk urusan hak dan kewajiban pekerja, perusahaan seringkali mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). Namun hingga saat ini, belum ada ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan bahwa setiap perusahaan wajib memberikan bukti/slip gaji kepada pekerja. Undang-undang tersebut mengatur secara jelas sistem penggajian dan upah pekerja namun tidak menjelaskan mengenai slip gaji sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja.

Berbeda dengan UU Ketenagakerjaan, peraturan mengenai pemberian slip gaji tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Pada pasal 17 ayat (2) tertulis bahwa:

“Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran Upah yang memuat rincian Upah yang diterima oleh Pekerja/Buruh pada saat Upah dibayarkan.”

Maka jika berpatokan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, maka setiap perusahaan atau pemberi kerja wajib memberikan bukti pembayaran gaji (slip gaji) yang didalamnya memuat rincian upah yang diterima. Secara umum, rincian tersebut terdiri dari gaji pokok, tunjangan, dan potongan-potongan gaji. Pemberian slip gaji ini bisa berupa catatan yang tercetak atau tertulis sebagai bukti sah bahwa perusahaan atau pihak pemberi kerja telah membayarkan gaji.

Contoh slip gaji

Apa Pentingnya Slip Gaji?

Bagi pegawai:

Slip gaji akan membuat pegawai nyaman. Sebab dalam slip gaji tercatat semua rincian upah mulai dari gaji pokok, tunjangan jabatan, bonus, uang lembur, dan sebagainya. Termasuk juga potongan-potongan gaji seperti pajak penghasilan, BPJS, asuransi, potongan absensi dan sebagainya. Maka jika terjadi kesalahan pencatatan antara pegawai dan perusahaan, bisa ditelusuri sehingga gaji yang diberikan sesuai dengan yang seharusnya diterima pegawai.

Selain itu, slip gaji biasanya menjadi syarat jika pegawai ingin mengambil kredit barang atau KPR. Dengan adanya slip gaji, pemberi kredit bisa menghitung kesanggupan pembayaran hutang dari nilai gaji yang diterima pegawai setiap bulan.

Bagi perusahaan:

Slip gaji akan menjadi bukti otentik bahwa pihak perusahaan atau pemberi kerja telah memberikan gaji pegawai. Jika pegawai merasa belum mendapatkan gaji, pihak perusahaan bisa melakukan penelusuran dari slip gaji yang telah tercetak.

Slip gaji juga menjadi catatan bagi perusahaan untuk membayar pajak, BPJS dan sebagainya. Biasanya pemberian cetak slip gaji akan semakin mudah jika perusahaan sudah memakai software payroll. Dengan pemakaian software tersebut semua pencacatan mulai dari absensi, lembur, gaji, pajak dan potongan lainnya dapat tercatat secara otomatis. Maka ketika tiba masa pemberian gaji, semua catatan itu bisa diprint sebagai slip gaji.

Kalau perusahaan tidak memberi slip gaji, saya harus bagaimana?

Dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang belum memberikan slip gaji kepada pegawainya. Jika ini terjadi padamu, maka kamu harus menanyakan kepada pihak HRD. Kalaupun mereka memang tidak bisa memberikannya, kamu harus tahu dulu rincian gaji dan upah yang diberikan setiap bulan, termasuk prosentase potongan gaji setiap bulan. Catat mandiri secara manual dan cek setiap bulan! Jika terjadi selisih dengan jumlah gaji yang diterima, tanyakan selisih tersebut pada pihak HRD.

Namun jika kamu membutuhkan slip gaji sebagai bukti kepada pemberi kredit atau KPR maka pihak HRD wajib memberikan slip gaji tersebut, sebab slip gaji pada dasarnya adalah hak setiap pekerja.

Gajiku di Bawah UMK, Apakah Ini Melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan?

Gaji. Satu kata dengan banyak harapan dan persoalan di dalamnya. Sebagai seorang pekerja di perusahaan, mendapatkan gaji yang sesuai dengan skill dan pengabdian kepada perusahaan adalah harapan. Berbahagialah jika gaji yang kamu terima sudah sesuai dengan standar UMK (bahkan lebih dari nilai UMK) dan sesuai dengan apa yang sudah kamu berikan untuk perusahaan. Sebab di luar sana, ada banyak pekerja yang mendapat gaji di bawah UMK.

Lalu bagaimana jika posisimu justru sebagai pekerja yang mendapat upah kurang dari UMK setiap bulan, apakah berarti perusahaan telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari membahas tentang Upah Minimum!

Pengertian Upah Minimum

Pengertian Upah Minimum tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan:

Pasal 41:

  1. Gubernur menetapkan Upah minimum sebagai jaring pengaman.
  2. Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan Upah bulanan terendah yang terdiri atas:
  3. Upah tanpa tunjangan; atau
  4. Upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Pasal 42:

  1. Upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1) hanya berlaku bagi Pekerja/Buruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun pada Perusahaan yang bersangkutan.
  2. Upah bagi Pekerja/Buruh dengan masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih dirundingkan secara bipartit antara Pekerja/Buruh dengan Pengusaha di Perusahaan yang bersangkutan.

Pasal 43:

  1. Penetapan Upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 dilakukan setiap tahun berdasarkan kebutuhan hidup layak dan dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
  2. Kebutuhan hidup layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan standar kebutuhan seorang Pekerja/Buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik untuk kebutuhan 1 (satu) bulan.

Dari tiga pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa upah minimum adalah upah bulanan terendah yang diberikan perusahaan kepada pekerja. Upah tersebut dapat diberikan kepada pekerja yang baru satu tahun bekerja pada perusahaan yang bersangkutan dan masih berstatus lajang (belum menikah).

Sementara itu kita mengenal istilah UMK/UMP.

Dijelaskan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum:

UMK adalah Upah Minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota, sedangkan

UMP adalah UMP adalah Upah Minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi.

Jika peraturannya demikian, bagaimana dengan gajiku yang di bawah UMK?

Hal tersebut tidak dibenarkan, kecuali perusahaan sedang mengalami masa sulit sehingga tidak memungkinkan membayar gaji pegawai sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah. Namun kondisi tersebut juga harus berlandaskan hukum sehingga kekurangan gaji yang belum sanggup dibayar oleh perusahaan harus ditangguhkan.

Jika perusahaan dalam kondisi sehat namun punya sejuta alasan memberi gaji di bawah UMK/UMP maka kamu dapat menanyakan permasalahan tersebut kepada management perusahaan atau HRD. Sebab sudah ada peraturan pemerintah yang melarang perusahaan membayar upah di bawah upah minimum setiap bulan.

Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 90:

(1) Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89.

(2) Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dapat dilakukan penangguhan.

(3) Tata cara penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan Keputusan Menteri.”

Hal yang sama juga dituangkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum Pasal 15:

(1) Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari Upah Minimum yang telah ditetapkan.

(2) Upah Minimum hanya berlaku bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun.

Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tidak boleh memberi upah kurang dari UMP/UMK setiap bulannya. Kecuali kondisi perusahaan sedang sulit dan memang ada keputusan dari pihak berwenang bahwa gaji pekerja ditangguhkan.

Lalu bagaimana jika perusahaan tetap memberi upah kurang dari UMK/UMP?

Kamu dapat menanyakannya kepada atasan atau HRD dan mempelajari undang-undang yang berhubungan dengan ketenagakerjaan. Sebab perusahaan yang memberi upah di bawah upah minimun bisa dikenakan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.

Menempuh jalur hukum bisa dilakukan, namun dari pengalaman teman-teman saya dengan masalah yang sama, mereka enggan bila harus repot menempuh jalur hukum “Aku cuma pegawai kecil, akan repot jika melawan perusahaan besar. Sementara ini aku bertahan dulu sambil mencari perusahaan yang lebih layak,” demikian penuturan salah satu teman saya.

Karena gaji berhubungan langsung dengan kelangsungan hidupmu, semua kembali padamu. Apakah kamu akan diam saja, menempuh jalur hukum, atau kamu lebih memilih untuk ganti perusahaan.

Rejeki di Kantor Tidak Melulu Tentang Gaji Tinggi

Saat sedang ngobrol santai dengan teman-teman, saya sering mendengar keluhan mengenai gaji. Wajar sih, karena sebagai pegawai, gaji adalah segala-galanya. Untuk apa kita kerja? Ya untuk dapat gaji.

Padahal jika dilihat dalam sudut pandang yang lebih luas, bekerja di sebuah perusahaan tidak sekedar mengenai gaji yang diterima setiap bulan. Berbahagialah jika kamu bekerja tidak hanya sekedar demi gaji bulanan, sebab dengan bekerja kamu dapat meningkatkan skill, punya kemampuan lain di luar jobdesk harian, melatih kesabaran (saat menghadapi boss dan rekan kerja yang kadang menyebalkan, dan yang pasti punya banyak pengalaman yang lebih dari sekedar materi.

Faktanya, banyak orang bergaji tinggi tetapi tidak bahagia dengan pekerjaannya. Ada juga pegawai dengan gaji biasa saja tapi kelihatan happy banget dan hidupnya berkecukupan. Jika menakar-nakar rejeki yang di dapat di kantor, rasanya memang kurang bijak jika hanya diukur dari nominal gaji. Memang sih.. gaji besar adalah impian banyak orang. Namun jika kamu merasa gaji yang diterima saat ini masih di angka kecil sementara teman-temanmu lebih besar nominalnya, jangan sedih! Bukan berarti Tuhan tidak sayang padamu dan pelit rejeki. Sebab ada rejeki-rejeki lain di luar gaji yang harus kamu syukuri setiap hari.

Lingkungan Kantor yang Menyenangkan

Coba lihat lingkungan perusahaan atau kantormu saat ini. Jika ruanganmu sejuk, nyaman, gampang menemukan tempat makan dan jauh dari daerah kriminal dan daerah kumuh, maka bersykurlah kamu. Di luar sana, ada banyak orang yang harus kepanasan karena ruang kerjanya tidak ber-AC bahkan pengap tanpa sirkulasi udara yang bagus.

Jika kamu masih bisa memakai headset sambil mendengarkan lagu-lagu dari PC atau smartphone-mu, itu juga rejeki. Sebab ada banyaaak perusahaan yang melarang pegawainya memutar lagu bahkan dengan memakai headset milik sendiri. Dan lebih rejeki lagi jika perusahaan tempatmu bekerja sekarang mengizinkan pegawai untuk menikmati fasilitas internet untuk nonton Youtube dan sebagainya saat jam istirahat.

Teman Kantor yang Asyik

Teman-teman kantormu masih muda, berjiwa kreatif dan anti nyinyir? Wah ini rejeki super duper yang harus kamu syukuri. Ada pepatah mengatakan kamu akan menjadi seperti orang-orang yang sering kamu jumpai. Karena mereka-mereka ini akan menjadi bagian dari hidupmu setiap hari, maka sikap dan pola pikir mereka akan menentukan kebahagiaanmu.

Saya pernah bekerja di kantor yang pegawainya sudah bapak-bapak dan ibu-ibu, yang boleh dibilang pemikirannya kurang asyik untuk pegawai muda seperti saya. Belum lagi mereka hobi bergosip yang bikin jengah. Atau iri-irian karena ada pegawai yang baru beli tas yang lumayan mahal. Begitu saya pindah ke perusahaan kreatif dengan teman-teman kantor seumuran, saya jauuuuh.. lebih bahagia. Makanya.. teman kantor yang asyik dan bikin bahagia adalah rejeki yang luar biasa.

Transparansi Gaji dan Pencatatan Payroll yang Rapi

Gajimu saat ini mungkin baru sedikit di atas UMK, tetapi jika pencatatannya rapi, itu adalah rejeki. Sebab ada banyak pegawai di luar sana yang tidak tahu berapa gaji pokoknya, berapa potongan pajak, BPJS Kesehatan dan lain sebagainya. Bahkan meminta slip gaji untuk mengajukan kredit sepeda motor ke HRD susahnya luar biasa. Maka bersyukurlah jika kamu saat ini bekerja di perusahaan yang sudah memakai software pencatatan payroll yang rapi.

Dengan transparansi gaji yang diberikan, kamu bisa memiliki catatan sendiri pada perolehan gaji, uang bonus, THR dan sebagainya. Maka kamu tidak akan menduga-duga kemana ‘hilangnya’ gaji setiap bulan karena ada potongan-potongan yang memang harus dilakukan setiap perusahaan.

Atasan yang Baik dan Loyal

Punya atasan yang baik adalah doa kedua para pegawai setelah gaji tinggi. Boleh jadi gajimu susah naik karena management atas punya banyak pertimbangan, namun jika atasanmu langsung adalah orang yang baik, loyal dan siap mendengar segala curhat yang berhubungan dengan pekerjaan, maka bersyukurlah kamu. Atasan tipe jenis ini sangat jarang ada. Sebab banyak atasan tipe boss yang arogan dan tidak mau tahu yang penting pekerjaan bawahan beres.

Boleh jadi atasanmu ini belum bisa memastikan kapan gaji kamu akan naik, namun dia bisa menjanjikan bahwa kamu bisa menceritakan keluh kesah apapun yang berhubungan dengan jobdesk dan management perusahaan. Ya.. walaupun belum ada kepastian soal gaji, setidaknya hatimu tenang karena ada atasan yang peduli dengan problem yang terjadi di area kantor.

Bisa Menikmati Hobi/Kebahagiaan di Luar Kantor

Walau gaji pas-pasan, tetapi kamu masih ada waktu untuk nonton K-Drama, atau kamu masih punya waktu untuk bereksperimen dengan masak-memasak yang jadi hobimu. Kamu juga masih ada waktu untuk kumpul-kumpul dengan keluarga dan sahabat tanpa diganggu telepon dari boss soal deadline pekerjaan. Kamu masih punya waktu di luar kantor untuk bersenang-senang dan menikmati hidup walaupun sederhana dan harus berhemat.

Janganlah iri dengan foto Instagram teman-temanmu yang sedang berlibur ke negara lain atau memajang barang-barang branded. Sebab ada banyak orang yang tidak bisa menikmati jam-jam bebasnya walaupun sedang mengambil cuti liburan. Ada.. saja telepon atau WA dari boss yang mengganggu ketentraman jiwa raga. Maka jika kamu masih menemukan banyak kebahagiaan walau sederhana di luar jam kantor, berbahagialah. Sebab hidup tak hanya untuk mengejar gaji.

Buat Yang Ingin Gaji Naik dan Karir Meningkat, Rajin Saja Tidak Cukup!

Jika saat ini kamu sudah bekerja di kantor, apa impianmu?

Punya penghasilan atau gaji yang besar adalah jawaban dari mayoritas pekerja. Sehingga tidak heran ada banyak sekali artikel tentang bagaimana cara agar cepat naik gaji. Hal tersebut tidak salah kok, punya gaji besar sesuai kapasitas kerja bukan impian yang buruk, justru bagus. Mematok angka gaji di nilai sekian bisa menjadi motivasi kerja.

Namun ada kalanya, kamu sudah bekerja dalam hitungan tahun tetapi gaji masih saja seret. Bahkan lebih ngenesnya, si junior yang baru masuk kerja dalam waktu yang lebih singkat sudah melejit jabatan dan gajinya. Padahal kalau dilihat-lihat, skill-nya hampir sama denganmu, bahkan kamu mungkin lebih rajin dan semangat saat bekerja. Tapi kenapa dia yang lebih cepat naik gaji dan jabatan? “Jangan-jangan si junior punya cara licik sehingga mudah sekali naik jabatan dan gaji..”

Wait a minute..

Jangan keburu berpikir yang buruk. Sebab rajin saja memang tidak cukup untuk meningkatkan karir dan gajimu. Rajin adalah hal yang bagus dan salah satu modal agar atasan dan pihak HRD memberi jalan mulus menuju impianmu. Namun jangan lupa memperhatikan hal-hal ini:

Perusahaan Menentukan Besaran Gaji

Salah satu trik mendapatkan gaji tinggi adalah melihat besar dan reputasi perusahaan sejak awal. Mengapa ada banyak orang memburu kantor-kantor besar bergengsi yang logonya sering kamu lihat di mana-mana? Karena perusahaan tersebut memiliki standar tinggi dan lebih mungkin memperhatikan kesejahteraan pegawainya, baik melalui gaji, tunjangan bahkan pendidikan si karyawan. Jika sudah diterima di perusahaan jenis ini, potensi gaji besar sudah ada sejak awal masuk.

“Yah.. tapi tempatku bekerja saat ini kantor biasa dan tidak bergengsi..”
Tenang, kamu tidak sendirian. Walaupun kantormu sekarang level medium bahkan kecil, poin-poin di bawah bisa mengantarkanmu ke gaji idaman.

Perhatikan Absensimu!

Absensi menjadi salah satu faktor yang dirancang untuk menilai produktivitas pegawai. Maka perhatikan baik-baik hal-hal seputar izin tidak masuk, keterlambatan jam masuk, izin sakit, cuti dan hal-hal seputar absensi. Faktor ini semakin diperhatikan jika kamu bekerja dalam tim. Yang mana bila salah satu sering absen akan mengacaukan kerja tim secara keseluruhan. Maka perhatikan seksama hal-hal yang berkaitan dengan absensi. Jangan sampai nilai kamu jadi minus hanya karena sering tidak masuk dan terlambat dengan alasan tidak jelas.

Ingat ya! Absensi tidak hanya sekedar pencatatan yang berhubungan dengan payroll dan gaji, sebab nilai absensi yang baik akan memudahkan jalan mulusmu untuk mendapat promosi jabatan dan kenaikan gaji. Ditambah lagi, teknologi semakin maju, semakin banyak mesin absensi yang dipakai untuk mencatat semua data absensi pegawai secara akurat. Maka pastikan nilai absensimu tidak merah!

Speak Up! Keluarkan Ide-Ide Terbaikmu

Ada 2 pegawai, yang satu skill bagus, cerdas, attitude baik dan rajin. Namun setiap kali meeting hanya diam dan baru bicara ketika ditanya. Sementara pegawai satu lagi dengan kelebihan yang sama tidak sungkan dan tidak malu mengeleuarkan ide dan pendapatnya saat meeting atau saat berbagi ide. Sudah kelihatan siapa yang lebih berpotensi mendapat promosi jabatan lebih cepat? Pegawai kedua lebih mungkin untuk memiliki karir yang lebih baik.

Kemampuan untuk berkomunikasi dan keberanian untuk berbicara menjadi salah satu kunci sukses (terutama di kantor). Slogan diam itu emas kadang tak berlaku. Maka setiap kali ada meeting dan terbuka kesempatan untuk mengeluarkan ide serta pendapat, jangan malu dan jangan takut untuk berbicara. Ini memang tidak mudah, namun bisa dilatih. Jangan takut terlihat bodoh atau salah ide, sebab tak ada ide mentah yang 100% jenius saat dicetuskan.

Kamu Harus Terkenal

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, pegawai yang terkenal (terutama di kalangan management atas) lebih mungkin untuk mendapat promosi jabatan dan mendapat bonus (atau kenaikan gaji). Menjadi terkenal di sini bukan berarti harus jadi ‘penjilat’ yang bersikap baik hanya untuk mendapat keuntungan bagi diri sendiri. Jadilah terkenal dengan skill-mu, sikap baikmu, dan keramahanmu.
Kenapa sih jadi terkenal itu penting?

Misalnya nih, management sedang butuh orang untuk mengerjakan sebuah proyek dan kekurangan orang, jika kamu terkenal akan skill-mu, kesempatan untuk.. “Gimana kalau kita ikut sertakan Ardi di proyek ini, dia jago banget skill desainnya. Di acara ulang tahun kantor kemarin dia yang bikin poster dan layout dekorasi acara,”

Paham kan? Pastikan kamu terkenal dengan skill yang kamu miliki dan pastikan pihak management atas mengenalimu dari skill dan hal-hal positif yang bisa membuat mereka percaya bahwa kamu memang layak untuk mendapatkan posisi yang lebih bagus dan gaji yang lebih tinggi.