Kok Gajiku Banyak Potongan? Apa Gunanya Untuk Saya?

Bila kamu adalah fresh graduate yang baru saja mendapat pekerjaan, saya ucapkan selamat. Mulai saat ini kamu sudah bergabung di dunia yang penuh dengan warna dan tanggung jawab. Kamu masih anak baru, masih harus beradaptasi pada job desk dan lingkungan kantor lengkap dengan semua suka dukanya.

Jujur deh, satu hal yang paling kamu tunggu-tunggu pasti gaji bulanan pertama. Tentu kamu gembira saat pihak HRD memberikan nominal gaji sekian saat penandatanganan surat perjanjian atau surat kontrak kerja. Tapi.. saat akhir bulan kamu agak kecewa melihat slip gaji. Ada banyak sekali potongan yang membuat angka gajimu tidak utuh lagi.

Kemudian kamu bertanya-tanya, mengapa ada banyak potongan gaji? Kok rasanya dirugikan sekali sebab angkanya tidak sedikit. Lalu apa gunanya potongan-potongan gaji itu untuk kamu?

Coba baca dulu penjelasan di bawah, sebab setiap potongan gaji yang kelihatannya ‘merugikan’ kamu itu sebenarnya memberi manfaat yang banyak.

Pajak penghasilan (PPh)

Pengertian pajak penghasilan atau lebih sering disebut PPh pasal 21 berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Singkatnya, PPh pasal 21 akan memotong total gajimu satu tahun jika nilainya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Saat tulisan ini dipublikasikan, PTKP tahun 2017 adalah Rp54.000.000,- per tahun. Jadi jika total penghasilanmu setahun di bawah angka tersebut, maka gajimu tidak dipotong pajak. PTKP dapat berubah jika statusmu sudah menikah dan memiliki anak.

Apa gunanya?

Karena pajak sudah diatur dalam undang-undang, maka guna dari potongan ini adalah melaksanakan kewajibanmu sebagai Wajib Pajak orang pribadi kepada negara. Sebagai pemberi kerja, maka perusahaan tempatmu bekerja wajib mencatat pemotongan pajak ini sebagai  bukti untuk pelaporan SPT pajak setiap tahun.

BPJS

Mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS adalah kewajiban perusahaan. Undang-undang telah mengatur bahwa setiap pekerja di Indonesia, termasuk warga negara lain yang telah bekerja di Indonesia setidaknya 6 bulan wajib menjadi peserta BPJS.

Menurut Undang-Undang No 24 tahun 2012 tentang BPJS, disebutkan bahwa “Pemberi Kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta kepada BPJS sesuai dengan program Jaminan Sosial yang diikuti.”

Iuran BPJS Kesehatan dibayarkan sebagian oleh pemberi kerja dan sebagian lagi memotong gaji pekerja. Selain BPJS Kesehatan, pemberi kerja juga memiliki kewajiban mendaftarkan pekerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun.

Apa gunanya?

Keikutsertaan BPJS akan membuat para pekerja terlindungi. Saat kamu sakit, maka seluruh biaya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan (sesuai ketentuan dalam BPJS Kesehatan). Demikian juga untuk BPJS Ketenagakerjaan, pemotongan gajimu setiap bulan berguna untuk menjadi perlindungan dari kecelakaan kerja, hingga menjadi jaminan hari tua.

Girl in white and falling dollar banknotes. Currency and lottery concept. Young woman is thinking.

Asuransi kesehatan

Beberapa perusahaan, selain menggunakan BPJS Kesehatan juga mengikutsertakan pegawainya dalam asuransi kesehatan. Ini adalah pilihan bagi perusahaan. Namun jika perusahaan memiliki kebijakan memakai produk asuransi kesehatan, maka kamu mau tidak mau juga akan mendapati potongan asuransi kesehatan pada gaji.

Apa gunanya?

Seperti kita ketahui, BPJS Kesehatan dalam praktiknya masih belum rapi dan banyak kendala. Belum lagi antrian super panjang di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang terdaftar pada BPJS Kesehatan. Maka jika kamu memiliki asuransi kesehatan lain dari perusahaan tempat bekerja, maka pelayanan kesehatan yang diberikan cenderung lebih baik dan mudah dibanding BPJS Kesehatan.

Potongan pinjaman

Potongan ini baru muncul jika kamu mengajukan pinjaman uang pada perusahaan. Biasanya ada kesepakatan bahwa untuk melunasi pinjaman tersebut, maka akan dicicil dari pemotongan gaji setiap bulan.

Apa gunanya?

Kebijakan pinjaman uang ini bertujuan untuk membantu pegawai yang membutuhkan dana cepat. Biasanya pengauan pinjaman lebih mudah dan tidak memakai syarat administrasi yang banyak. Meski demikian, saran saya, walaupun pengajuan pinjaman di perusahaan cukup mudah, ambilah pinjaman jika memang ada kondisi mendesak dan urgent saja.

Potongan absensi

Beberapa perusahaan memiliki kebijakan  bahwa setiap keterlambatan kerja atau absen tanpa kejelasan, maka akan berdampak pada pemotongan sekian persen gaji setiap bulan. Kalau kamu rajin dan tidak pernah bolos kerja maka potongan ini tidak akan muncul di slip gajimu.

Apa gunanya?

Untuk mendisiplinkan pegawai.

Masih ada beberapa potongan lain yang tidak ada dalam tulisan di atas. Jika memang ada, tanyakanlah kepada pihak HRD potongan tersebut untuk apa sebab kamu berhak mengetahui semua data gaji beserta potongan-potongannya. Jangan khawatir bahwa potongan gajimu akan tertukar dengan milik rekan kerja yang lain. Sebab pencatatan payroll semakin hari semakin mudah dengan adanya software payroll.

Mulai sekarang, jangan khawatir lagi akan pemotongan gaji, sebab potongan-potongan tersebut walau tampak merugikan, sebenarnya lebih banyak memberi perlindungan tak tampak untukmu saat ini dan saat tua nanti.

Saya Tidak Pernah Dapat Slip Gaji, Apakah Itu Wajar?

Hore… akhirnya kamu mendapat pekerjaan dan mendapat gaji setiap bulan. Kamu akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Akhirnya kamu bisa menabung bahkan bisa membantu urusan ekonomi keluarga.

Tapi oh tapi, saat berkumpul dengan teman-teman yang bekerja di kantor berbeda, kamu menyadari ada yang tidak beres di kantormu. Semua teman bercerita bahwa mereka selalu diberi slip gaji setiap bulan, tetapi kamu tidak pernah dapat. Bahkan saat kamu butuh slip gaji sebagai syarat untuk mengambil kredit sepeda motor, pihak HRD tidak mau memberikan dengan jutaan alasan.

“Perusahaan wajib memberi slip gaji sebagai bukti bahwa kamu sudah menerima gaji setiap bulan. Lagipula kalau ada slip gaji kamu jadi tahu berapa gaji pokok, tunjangan dan potongan-potongan gaji supaya lebih transparan,” ujar sahabatmu.

Makin galau..

Kenapa perusahaan tidak mau memberi slip gaji? Apakah sesulit itu mencetak sehelai slip gaji setiap bulan? Apakah ada yang ditutup-tutupi dari pemberian gaji setiap bulan? Jangan-jangan gaji saya dipotong ini dan itu yang tidak saya ketahui?

Kalau sudah berkaitan dengan gaji, semua bisa bikin pusing dan menjadi hal yang sensitif. Lalu apakah benar bahwa setiap perusahaan wajib memberikan slip gaji setiap bulan sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja?

Perusahaan WAJIB memberikan slip gaji

Untuk urusan hak dan kewajiban pekerja, perusahaan seringkali mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). Namun hingga saat ini, belum ada ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan bahwa setiap perusahaan wajib memberikan bukti/slip gaji kepada pekerja. Undang-undang tersebut mengatur secara jelas sistem penggajian dan upah pekerja namun tidak menjelaskan mengenai slip gaji sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja.

Berbeda dengan UU Ketenagakerjaan, peraturan mengenai pemberian slip gaji tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Pada pasal 17 ayat (2) tertulis bahwa:

“Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran Upah yang memuat rincian Upah yang diterima oleh Pekerja/Buruh pada saat Upah dibayarkan.”

Maka jika berpatokan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, maka setiap perusahaan atau pemberi kerja wajib memberikan bukti pembayaran gaji (slip gaji) yang didalamnya memuat rincian upah yang diterima. Secara umum, rincian tersebut terdiri dari gaji pokok, tunjangan, dan potongan-potongan gaji. Pemberian slip gaji ini bisa berupa catatan yang tercetak atau tertulis sebagai bukti sah bahwa perusahaan atau pihak pemberi kerja telah membayarkan gaji.

Contoh slip gaji

Apa Pentingnya Slip Gaji?

Bagi pegawai:

Slip gaji akan membuat pegawai nyaman. Sebab dalam slip gaji tercatat semua rincian upah mulai dari gaji pokok, tunjangan jabatan, bonus, uang lembur, dan sebagainya. Termasuk juga potongan-potongan gaji seperti pajak penghasilan, BPJS, asuransi, potongan absensi dan sebagainya. Maka jika terjadi kesalahan pencatatan antara pegawai dan perusahaan, bisa ditelusuri sehingga gaji yang diberikan sesuai dengan yang seharusnya diterima pegawai.

Selain itu, slip gaji biasanya menjadi syarat jika pegawai ingin mengambil kredit barang atau KPR. Dengan adanya slip gaji, pemberi kredit bisa menghitung kesanggupan pembayaran hutang dari nilai gaji yang diterima pegawai setiap bulan.

Bagi perusahaan:

Slip gaji akan menjadi bukti otentik bahwa pihak perusahaan atau pemberi kerja telah memberikan gaji pegawai. Jika pegawai merasa belum mendapatkan gaji, pihak perusahaan bisa melakukan penelusuran dari slip gaji yang telah tercetak.

Slip gaji juga menjadi catatan bagi perusahaan untuk membayar pajak, BPJS dan sebagainya. Biasanya pemberian cetak slip gaji akan semakin mudah jika perusahaan sudah memakai software payroll. Dengan pemakaian software tersebut semua pencacatan mulai dari absensi, lembur, gaji, pajak dan potongan lainnya dapat tercatat secara otomatis. Maka ketika tiba masa pemberian gaji, semua catatan itu bisa diprint sebagai slip gaji.

Kalau perusahaan tidak memberi slip gaji, saya harus bagaimana?

Dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang belum memberikan slip gaji kepada pegawainya. Jika ini terjadi padamu, maka kamu harus menanyakan kepada pihak HRD. Kalaupun mereka memang tidak bisa memberikannya, kamu harus tahu dulu rincian gaji dan upah yang diberikan setiap bulan, termasuk prosentase potongan gaji setiap bulan. Catat mandiri secara manual dan cek setiap bulan! Jika terjadi selisih dengan jumlah gaji yang diterima, tanyakan selisih tersebut pada pihak HRD.

Namun jika kamu membutuhkan slip gaji sebagai bukti kepada pemberi kredit atau KPR maka pihak HRD wajib memberikan slip gaji tersebut, sebab slip gaji pada dasarnya adalah hak setiap pekerja.

Tidak Pernah Cuti Berdampak Buruk Bagi Kesehatan dan Urusan Cinta

Cuti adalah hak setiap pekerja. Jika kamu punya jatah cuti tahunan tetapi sengaja tidak pernah mengambilnya dengan alasan cuti yang tidak diambil bisa diuangkan atau memang enggan mengambil cuti, hal tersebut justru bisa membahayakan dirimu sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang sering cuti untuk liburan adalah pegawai yang malas sementara pegawai yang tidak pernah ambil cuti adalah pegawai yang rajin. Ada alasan mengapa setiap negara mengatur jumlah cuti tahunan untuk para pekerja, termasuk pemerintah di Indonesia.

Kalau kamu termasuk golongan pegawai yang sengaja tidak mau mengambil cuti dengan alasan-alasan di atas, coba baca artikel ini sampai habis!

Tidak Pernah Cuti Liburan Merusak Hubungan Cinta dan Rumah Tangga

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Project: Time Off pada tahun 2013 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 42 persen pekerja di negara tersebut tidak pernah liburan. Jumlah pegawai yang mengambil cuti juga mengalami penurunan hari dari 20 hari cuti menjadi hanya 16 hari cuti pertahun. Selain berdampak buruk pada kesehatan, tidak pernah atau semakin menurunnya waktu untuk liburan ternyata berdampak buruk pada hubungan cinta dan keluarga.

Survei dilakukan pada 1.214 orang dewasa di Amerika Serikat, 85% responden yang tidak pernah menggunakan cuti liburan mengaku kehilangan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka. Sementara itu dalam penelitian ini ditemukan bahwa 36% kasus pertengkaran pasangan terjadi karena salah satu atau keduanya terlalu sibuk dengan pekerjaan tanpa waktu santai untuk dinikmati berdua.

Melihat kondisi ini, Dr. Gilda Carle, seorang ahli dalam hal relationship dan penulis buku “Don’t Bet on the Prince!” mengungkapan bahwa banyak laporan dari konflik rumah tangga dan pasangan yang terjadi karena pasangan lebih memilih menghabiskan waktu untuk bekerja dibandingkan menikmati waktu berkualitas untuk hubungan mereka. “Terlalu sibuk bekerja sehingga mereka tidak saling berbicara sampai tiba waktunya mereka menyadari ada sesuatu yang hilang dan yang hilang tersebut adalah saling berbicara,”

Bekerja memang penting, namun waktu untuk keluarga, pasangan dan orang yang dicintai juga berharga. Tidak seharusnya waktu-waktu istimewa seperti ulang tahun, event sekolah anak, liburan, kunjungan keluarga dan perayaan Hari Raya harus dikorbankan untuk pekerjaan. Beruntung, beberapa perusahaan besar sudah menerapkan aturan bahwa pegawai mereka harus liburan, suka atau tidak suka. Sebab cuti dan liburan memang seharusnya dinikmati oleh setiap pegawai.

Tidak Pernah Cuti Liburan Merusak Kesehatan Fisik dan Mental

Jika kamu sayang kesehatan, maka pastikan semua jatah cuti tahunan kamu nikmati dan akan lebih bagus jika cuti itu dipakai untuk liburan. Sudah banyak penelitian menunjukkan hubungan antara menikmati liburan dan kesehatan. Penelitian Framingham mengambil data dari tahun 1948 hingga 1991 menunjukkan bahwa wanita yang hanya berlibur 2 kali setahun memiliki risiko terkena serangan jantung dua kali lebih besar dibanding wanita yang berlibur 6 kali dalam setahun. Para pria juga memiliki risiko yang sama. Dalam penelitian dari American Journal of Epidemiology menunjukkan bhawa pria yang bekerja sepuluh jam atau lebih setiap hari akan meningkatkan risiko jantung koroner sebanyak 80%.

Man Working At Laptop In Home Office

Selain merusak kesehatan fisik, tidak pernah atau jarangnya cuti liburan juga buruk untuk kesehatan mental. Penelitian yang dilakukan oleh Sweden’s Uppsala University menemukan bahwa orang-orang yang gemar liburan dapat meningkatkan kesehatan mental mereka, terutama jika pekerjaan mereka memicu stres dan depresi. Liburan dapat membuat mereka lebih santai dan mengurangi penggunaan obat-obat antidepresan.

Cuti dan liburan tak hanya bermanfaat untuk pegawai, sebab perusahaan bisa mendapat efek baik jika pegawai mereka memanfaatkan cuti tahunan dengan berlibur. Santa Barbara, seorang psikolog dari University of California mengungkapkan bahwa pegawai yang rutin berlibur memiliki peningkatan kinerja. Mereka menjadi lebih cepat menyelesaikan masalah secara efisien. Selain itu mereka bisa memberi lebih banyak ide-ide kreatif dalam waktu singkat dibanding rekan kerja mereka yang jarang atau tidak pernah liburan.

Sering Liburan Bukan Berarti Malas dan Buang Uang

Poin inilah yang harus dipahami pegawai, termasuk atasan, HRD dan perusahaan. Bahwa cuti yang diambil pegawai untuk berlibur bisa memberikan banyak dampak positif. Pegawai yang sering memanfaatkan cuti tahunannya untuk berlibur justru bagus untuk mereka dan perusahaan itu sendiri. Mungkin liburan seperti ini tampak seperti menghabiskan uang dan malas, padahal tidak. Maka janganlah menahan-nahan mereka jika ingin cuti dan liburan (selama jatah cuti tahunan mereka memang masih ada).

Dan untuk pegawai, jangan juga menahan-hanan cuti karena sisa cuti tahunan bisa diganti dengan uang. Kadang kebahagiaan saat liburan tidak tergantikan nilainya, apalagi jika liburan bersama pasangan, keluarga, sahabat atau orang yang kamu sayang.

Lalu bagaimana agar catatan cuti pegawai tidak tercecer dan berantakan? Serahkan saja urusan catat mencatat cuti ini pada software absensi. Urusan pencatatan beres, pegawai bahagia, urusan pekerjaan jadi lebih baik karena dari cuti liburan tersebut ada energi lebih untuk bekerja lebih efisien.

Rejeki di Kantor Tidak Melulu Tentang Gaji Tinggi

Saat sedang ngobrol santai dengan teman-teman, saya sering mendengar keluhan mengenai gaji. Wajar sih, karena sebagai pegawai, gaji adalah segala-galanya. Untuk apa kita kerja? Ya untuk dapat gaji.

Padahal jika dilihat dalam sudut pandang yang lebih luas, bekerja di sebuah perusahaan tidak sekedar mengenai gaji yang diterima setiap bulan. Berbahagialah jika kamu bekerja tidak hanya sekedar demi gaji bulanan, sebab dengan bekerja kamu dapat meningkatkan skill, punya kemampuan lain di luar jobdesk harian, melatih kesabaran (saat menghadapi boss dan rekan kerja yang kadang menyebalkan, dan yang pasti punya banyak pengalaman yang lebih dari sekedar materi.

Faktanya, banyak orang bergaji tinggi tetapi tidak bahagia dengan pekerjaannya. Ada juga pegawai dengan gaji biasa saja tapi kelihatan happy banget dan hidupnya berkecukupan. Jika menakar-nakar rejeki yang di dapat di kantor, rasanya memang kurang bijak jika hanya diukur dari nominal gaji. Memang sih.. gaji besar adalah impian banyak orang. Namun jika kamu merasa gaji yang diterima saat ini masih di angka kecil sementara teman-temanmu lebih besar nominalnya, jangan sedih! Bukan berarti Tuhan tidak sayang padamu dan pelit rejeki. Sebab ada rejeki-rejeki lain di luar gaji yang harus kamu syukuri setiap hari.

Lingkungan Kantor yang Menyenangkan

Coba lihat lingkungan perusahaan atau kantormu saat ini. Jika ruanganmu sejuk, nyaman, gampang menemukan tempat makan dan jauh dari daerah kriminal dan daerah kumuh, maka bersykurlah kamu. Di luar sana, ada banyak orang yang harus kepanasan karena ruang kerjanya tidak ber-AC bahkan pengap tanpa sirkulasi udara yang bagus.

Jika kamu masih bisa memakai headset sambil mendengarkan lagu-lagu dari PC atau smartphone-mu, itu juga rejeki. Sebab ada banyaaak perusahaan yang melarang pegawainya memutar lagu bahkan dengan memakai headset milik sendiri. Dan lebih rejeki lagi jika perusahaan tempatmu bekerja sekarang mengizinkan pegawai untuk menikmati fasilitas internet untuk nonton Youtube dan sebagainya saat jam istirahat.

Teman Kantor yang Asyik

Teman-teman kantormu masih muda, berjiwa kreatif dan anti nyinyir? Wah ini rejeki super duper yang harus kamu syukuri. Ada pepatah mengatakan kamu akan menjadi seperti orang-orang yang sering kamu jumpai. Karena mereka-mereka ini akan menjadi bagian dari hidupmu setiap hari, maka sikap dan pola pikir mereka akan menentukan kebahagiaanmu.

Saya pernah bekerja di kantor yang pegawainya sudah bapak-bapak dan ibu-ibu, yang boleh dibilang pemikirannya kurang asyik untuk pegawai muda seperti saya. Belum lagi mereka hobi bergosip yang bikin jengah. Atau iri-irian karena ada pegawai yang baru beli tas yang lumayan mahal. Begitu saya pindah ke perusahaan kreatif dengan teman-teman kantor seumuran, saya jauuuuh.. lebih bahagia. Makanya.. teman kantor yang asyik dan bikin bahagia adalah rejeki yang luar biasa.

Transparansi Gaji dan Pencatatan Payroll yang Rapi

Gajimu saat ini mungkin baru sedikit di atas UMK, tetapi jika pencatatannya rapi, itu adalah rejeki. Sebab ada banyak pegawai di luar sana yang tidak tahu berapa gaji pokoknya, berapa potongan pajak, BPJS Kesehatan dan lain sebagainya. Bahkan meminta slip gaji untuk mengajukan kredit sepeda motor ke HRD susahnya luar biasa. Maka bersyukurlah jika kamu saat ini bekerja di perusahaan yang sudah memakai software pencatatan payroll yang rapi.

Dengan transparansi gaji yang diberikan, kamu bisa memiliki catatan sendiri pada perolehan gaji, uang bonus, THR dan sebagainya. Maka kamu tidak akan menduga-duga kemana ‘hilangnya’ gaji setiap bulan karena ada potongan-potongan yang memang harus dilakukan setiap perusahaan.

Atasan yang Baik dan Loyal

Punya atasan yang baik adalah doa kedua para pegawai setelah gaji tinggi. Boleh jadi gajimu susah naik karena management atas punya banyak pertimbangan, namun jika atasanmu langsung adalah orang yang baik, loyal dan siap mendengar segala curhat yang berhubungan dengan pekerjaan, maka bersyukurlah kamu. Atasan tipe jenis ini sangat jarang ada. Sebab banyak atasan tipe boss yang arogan dan tidak mau tahu yang penting pekerjaan bawahan beres.

Boleh jadi atasanmu ini belum bisa memastikan kapan gaji kamu akan naik, namun dia bisa menjanjikan bahwa kamu bisa menceritakan keluh kesah apapun yang berhubungan dengan jobdesk dan management perusahaan. Ya.. walaupun belum ada kepastian soal gaji, setidaknya hatimu tenang karena ada atasan yang peduli dengan problem yang terjadi di area kantor.

Bisa Menikmati Hobi/Kebahagiaan di Luar Kantor

Walau gaji pas-pasan, tetapi kamu masih ada waktu untuk nonton K-Drama, atau kamu masih punya waktu untuk bereksperimen dengan masak-memasak yang jadi hobimu. Kamu juga masih ada waktu untuk kumpul-kumpul dengan keluarga dan sahabat tanpa diganggu telepon dari boss soal deadline pekerjaan. Kamu masih punya waktu di luar kantor untuk bersenang-senang dan menikmati hidup walaupun sederhana dan harus berhemat.

Janganlah iri dengan foto Instagram teman-temanmu yang sedang berlibur ke negara lain atau memajang barang-barang branded. Sebab ada banyak orang yang tidak bisa menikmati jam-jam bebasnya walaupun sedang mengambil cuti liburan. Ada.. saja telepon atau WA dari boss yang mengganggu ketentraman jiwa raga. Maka jika kamu masih menemukan banyak kebahagiaan walau sederhana di luar jam kantor, berbahagialah. Sebab hidup tak hanya untuk mengejar gaji.