Saya Tidak Pernah Dapat Slip Gaji, Apakah Itu Wajar?

Hore… akhirnya kamu mendapat pekerjaan dan mendapat gaji setiap bulan. Kamu akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Akhirnya kamu bisa menabung bahkan bisa membantu urusan ekonomi keluarga.

Tapi oh tapi, saat berkumpul dengan teman-teman yang bekerja di kantor berbeda, kamu menyadari ada yang tidak beres di kantormu. Semua teman bercerita bahwa mereka selalu diberi slip gaji setiap bulan, tetapi kamu tidak pernah dapat. Bahkan saat kamu butuh slip gaji sebagai syarat untuk mengambil kredit sepeda motor, pihak HRD tidak mau memberikan dengan jutaan alasan.

“Perusahaan wajib memberi slip gaji sebagai bukti bahwa kamu sudah menerima gaji setiap bulan. Lagipula kalau ada slip gaji kamu jadi tahu berapa gaji pokok, tunjangan dan potongan-potongan gaji supaya lebih transparan,” ujar sahabatmu.

Makin galau..

Kenapa perusahaan tidak mau memberi slip gaji? Apakah sesulit itu mencetak sehelai slip gaji setiap bulan? Apakah ada yang ditutup-tutupi dari pemberian gaji setiap bulan? Jangan-jangan gaji saya dipotong ini dan itu yang tidak saya ketahui?

Kalau sudah berkaitan dengan gaji, semua bisa bikin pusing dan menjadi hal yang sensitif. Lalu apakah benar bahwa setiap perusahaan wajib memberikan slip gaji setiap bulan sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja?

Perusahaan WAJIB memberikan slip gaji

Untuk urusan hak dan kewajiban pekerja, perusahaan seringkali mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). Namun hingga saat ini, belum ada ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan bahwa setiap perusahaan wajib memberikan bukti/slip gaji kepada pekerja. Undang-undang tersebut mengatur secara jelas sistem penggajian dan upah pekerja namun tidak menjelaskan mengenai slip gaji sebagai bukti telah dibayarkannya gaji pekerja.

Berbeda dengan UU Ketenagakerjaan, peraturan mengenai pemberian slip gaji tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Pada pasal 17 ayat (2) tertulis bahwa:

“Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran Upah yang memuat rincian Upah yang diterima oleh Pekerja/Buruh pada saat Upah dibayarkan.”

Maka jika berpatokan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, maka setiap perusahaan atau pemberi kerja wajib memberikan bukti pembayaran gaji (slip gaji) yang didalamnya memuat rincian upah yang diterima. Secara umum, rincian tersebut terdiri dari gaji pokok, tunjangan, dan potongan-potongan gaji. Pemberian slip gaji ini bisa berupa catatan yang tercetak atau tertulis sebagai bukti sah bahwa perusahaan atau pihak pemberi kerja telah membayarkan gaji.

Contoh slip gaji

Apa Pentingnya Slip Gaji?

Bagi pegawai:

Slip gaji akan membuat pegawai nyaman. Sebab dalam slip gaji tercatat semua rincian upah mulai dari gaji pokok, tunjangan jabatan, bonus, uang lembur, dan sebagainya. Termasuk juga potongan-potongan gaji seperti pajak penghasilan, BPJS, asuransi, potongan absensi dan sebagainya. Maka jika terjadi kesalahan pencatatan antara pegawai dan perusahaan, bisa ditelusuri sehingga gaji yang diberikan sesuai dengan yang seharusnya diterima pegawai.

Selain itu, slip gaji biasanya menjadi syarat jika pegawai ingin mengambil kredit barang atau KPR. Dengan adanya slip gaji, pemberi kredit bisa menghitung kesanggupan pembayaran hutang dari nilai gaji yang diterima pegawai setiap bulan.

Bagi perusahaan:

Slip gaji akan menjadi bukti otentik bahwa pihak perusahaan atau pemberi kerja telah memberikan gaji pegawai. Jika pegawai merasa belum mendapatkan gaji, pihak perusahaan bisa melakukan penelusuran dari slip gaji yang telah tercetak.

Slip gaji juga menjadi catatan bagi perusahaan untuk membayar pajak, BPJS dan sebagainya. Biasanya pemberian cetak slip gaji akan semakin mudah jika perusahaan sudah memakai software payroll. Dengan pemakaian software tersebut semua pencacatan mulai dari absensi, lembur, gaji, pajak dan potongan lainnya dapat tercatat secara otomatis. Maka ketika tiba masa pemberian gaji, semua catatan itu bisa diprint sebagai slip gaji.

Kalau perusahaan tidak memberi slip gaji, saya harus bagaimana?

Dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang belum memberikan slip gaji kepada pegawainya. Jika ini terjadi padamu, maka kamu harus menanyakan kepada pihak HRD. Kalaupun mereka memang tidak bisa memberikannya, kamu harus tahu dulu rincian gaji dan upah yang diberikan setiap bulan, termasuk prosentase potongan gaji setiap bulan. Catat mandiri secara manual dan cek setiap bulan! Jika terjadi selisih dengan jumlah gaji yang diterima, tanyakan selisih tersebut pada pihak HRD.

Namun jika kamu membutuhkan slip gaji sebagai bukti kepada pemberi kredit atau KPR maka pihak HRD wajib memberikan slip gaji tersebut, sebab slip gaji pada dasarnya adalah hak setiap pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *