8 Alasan Bohong Yang Sering Dilakukan Pegawai Demi Bolos Kerja

Wahai HRD dan para manager, kalian harus lebih ketat mengawasi pegawai yang absen kerja dengan berbagai alasan. Bisa jadi mereka beralasan sedang sakit atau ada kepentingan urgent, padahal itu hanya alasan bohong.

Memang sih.. tidak semua pegawai berbohong mengenai kondisi mereka yang butuh istirahat (saat sedang sakit misalnya) atau sedang ada kepentingan urgent (biasanya berhubungan dengan keluarga). Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh CareerBuilder pada tahun 2016 menemukan bahwa 35 persen pegawai pernah izin sakit padahal mereka sehat-sehat saja. Alasan terbanyak mereka berbohong adalah malas kerja dan butuh waktu untuk santai. Angka ini meningkat 5 persen dibanding penelitian yang sama pada tahun 2012. Tidak menutup kemungkinan angka ini bertambah setiap tahun.

Melihat fenomena ini, saya menanyakan beberapa teman apakah mereka pernah berbohong sedang sakit atau ada kepentingan urgent kepada atasan/HRD demi bisa bolos kantor. Ternyata, hampir semua teman saya pernah melakukan kebohongan yang sama. Inilah pengakuan mereka dengan berbagai alasan dan kebohongan yang berbeda-beda.

1. Deadline Kerjaan Belum Selesai

“Ya pernahlah ngebolos gara-gara deadline kerjaan belum beres. Alasanku pura-pura sakit, tapi aku nggak kemana-mana kok. Malah di rumah doang seharian nyelesein deadline. Kalau dikejar di kantor nggak bakal selesai karena berisik banget suasananya,” – J, 23 tahun, editor media online.

2. Butuh Waktu Sendirian

“Pernah beberapa kali ngebolos alasan nggak enak badan. Penyebabnya karena butuh waktu sendirian. Mungkin karena aku introvert kali ya? Pokoknya kalau kantor baru selesai event besar atau keluar kota pinginnya sendirian seharian. Kalau nggak gitu bisa pusing beneran hahahaha..” O, 25 tahun, pegawai sebuah event organizer.

3. Lagi Malas Kerja dan Badmood

“Kadang ngebolos karena lagi males kerja. Biasanya kalau bangun pagi udah badmood bawaannya males ngantor. Pernah juga ngebolos gara-gara lagi ada masalah sama teman kantor. Paling alasan lagi sakit, tapi nggak kemana-mana juga sih, takut ketahuan,” V, 26 tahun, back office bank swasta.

4. Ngantuk Karena Lihat Pertandingan Sepak Bola

“Pernah ngebolos sekali, gara-gara ngebelain nonton MU tanding tengah malam banget. Wah parah deh itu, tidur jam 3 subuh, bangun kesiangan banget. Daripada nelat yaudah izin nggak masuk sekalian alasannya sakit. Untung ga perlu pakai surat dokter,” A, 24 tahun, tim IT.

5. Ngejar Nonton K-Drama

“Aku pernah pura-pura izin karena sakit menstruasi. Waktu itu memang lagi menstruasi tapi nggak sampai sakit yang gimana.. Inget banget waktu itu aku lagi marathon Descendants of the Sun dan gemes tinggal 5 episode terakhir pingin cepet tau endingnya. Yaudah seharian cuma nonton sampai tamat,” Y, 28 tahun, staff finance.

6. Ingin Liburan Tapi Jatah Cuti Sudah Habis

“Pernah waktu harpitnas (Hari Kejepit Nasional) akhir tahun. Waktu itu jatah cutiku habis tapi dapat tawaran paket tour murah 4 hari ke Karimun Jawa. Yaudah bilang ke HRD kalau sakit. Tapi ya gitu, gara-gara ‘lagi sakit’ jadi nggak bisa pamer foto liburan di sosmed hahaha..” P, 27 tahun, pegawai dealer motor.

7. Pacar Datang Dari Luar Kota

“Ya pernahlah ngebolos kantor. Gara-gara setahun lalu aku mulai LDR dan pacar ada waktu buat datang ke Jakarta tapi nggak pas weekend. Yaudah aku alasan sakit satu hari. Tapi nggak berani nge-mall jauh-jauh, cuma ngafe dekat kosan dari pagi sampai malam. Cuma sekali itu sih, sisanya aku rajin dong..” H, 24 tahun, tim auditor.

8. Sedang Patah Hati

“Penah ngebolos sampai 2 hari gara-gara baru putus. Sumpah malu banget kalau inget. Beneran tapi, waktu itu aku sampai nggak makan, males mandi, dua hari cuma nangis. Alasannya sih sakit. Karena dua hari beneran kayak orang gila, begitu masuk semua percaya kalau aku baru sakit. Ahahaha.. iya sih sakit, sakit hati. Untung sekarang udah baikan dan semoga nggak terulang lagi,” I, tim kreatif televisi.

Dengan adanya kenyataan seperti ini, tentu akan lebih tepat bagi HRD untuk melakukan pengecekan dan pencatatan absensi dengan sistem yang baik. Pencatatan absensi pegawai dengan software payroll akan memudahkan alur data dari jumlah absensi hingga gaji. Selain itu, tak ada salahnya melakukan pengecekan pada pegawai yang seringkali izin masuk. Salah satu caranya bisa dengan melihat catatan kesehatan dari dokter tempat dia memeriksakan kesehatan atau penelusuran lain yang lebih cocok dengan sistem kepegawaian di perusahaan.

Kebijakan kantor mengenai absensi tentu penting jika digunakan dengan bijak dan tepat, namun hal-hal seperti kebohongan absensi akan lebih baik jika tidak menjadi kebiasaan para pegawai yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *