“Bos, saya izin tidak masuk karena sakit,” Padahal.. Sedang Malas Kerja

Apakah kamu pernah izin sakit tidak masuk kantor padahal sebenarnya kamu tidak sedang sakit?

Well, kamu tidak sendirian jika menjawab “Pernah!”.

Siapa sih yang mau sakit? Setiap orang pasti ingin sehat dan fit sepanjang waktu. Namun ada saja kondisi kesehatan yang memaksa seorang pegawai untuk istirahat dan tidak masuk kantor. Alasan ini bisa diterima oleh HRD sebab hampir semua kantor di dunia memiliki kebijakan untuk memberikan izin tidak masuk bagi pegawai yang sedang sakit, dengan atau tanpa surat sakit dari dokter. Sayangnya, kebijakan dari kantor sering disalahgunakan oleh banyak pegawai.

30 Persen Pegawai Pernah Berbohong Sedang Sakit

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh CareerBuilder pada tahun 2012 menemukan bahwa sebanyak 30 persen pegawai yang izin sakit sebenarnya dalam kondisi sehat-sehat saja. Lalu mengapa sampai berbohong demi tidak masuk kantor? Jawaban dari pertanyaan tersebut ditemukan dalam penelitian yang sama. Alasan paling utama mengapa mereka berbohong sedang sakit adalah tidak ada keinginan untuk bekerja atau ingin malas-malasan dan butuh waktu santai.

Untuk para HRD, atasan dan teman sekantor, alasan sakit yang dibuat-buat ini tentunya mengesalkan dan merugikan. Tetapi fakta lapangan menunjukkan bahwa kebohongan ini adalah kebohongan paling populer di wilayah kantor. Dengan banyaknya kebohongan jenis ini, 29 persen dari manager yang tergabung dalam penelitian mengungkapkan bahwa mereka memeriksa dengan ketat pegawai mereka yang tidak masuk karena izin sakit. Mereka memastikan bahwa pegawai mereka benar-benar sakit dan tidak berbohong hanya karena malas kerja.

Awas Kebohonganmu Terbongkar!

Cara yang dilakukan para manager/supervisor/HRD untuk mengecek kebenaran dari sakit pegawai adalah dengan menelepon sang pegawai dan melihat rekam kesehatan yang ada pada dokter. Selain cara tersebut, para atasan bahkan sampai menanyakan pada rekan kerja pegawai tersebut untuk memastikan dia benar-benar sakit atau tidak. Sementara cara yang lebih ekstrim dilakukan atasan dengan datang langsung ke rumah/kosan tempat tinggal si pegawai. Sampai seniat itulah para atasan dan HRD mengantisipasi banyaknya absensi dengan alasan sakit yang sebenarnya bohong.

Sebagai penulis artikel ini, saya meyakini bahwa beberapa pembaca juga pernah melakukan kebohongan yang sama. Jika kamu memang pernah melakukannya, hati-hati! Sebab jika atasan atau HRD mengetahui kebohonganmu, ini akan berpengaruh pada absensi, nilai kepegawaian, gaji bahkan menunda promosi kenaikan jabatanmu. Ditambah lagi, saat ini ada banyak software payroll dan software absensi yang bisa mencatat semua ‘dosa-dosa’ yang telah kamu lakukan selama bekerja. Maka pastikan kamu tidak coba-coba berbohong sedang sakit padahal sehat-sehat saja.

Pura-Pura Sakit Paling Banyak Saat Libur Kejepit dan Setelah Libur Panjang

Masih dalam penelitian yang sama, walaupun penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat, tenyata ada kesamaan kebiasaan buruk pegawai dengan kondisi di Indonesia. Bohong tentang sakit ini banyak dilakukan pegawai ketika menemukan hari libur yang ‘terjepit’ dan lebih banyak lagi setelah libur musim panas berakhir (kalau di Indonesia mirip dengan libur Lebaran) dan kebohongan soal sakit ini meningkat tajam ketika libur panjang awal tahun baru berakhir. Melihat fenomena ini, biasanya pihak HRD dan para atasan punya banyak cara untuk menghentikan kebiasaan berbohong para pegawainya. Cara tersebut mulai dari pemotongan gaji jika ketahuan berbohong hingga memberikan Surat Peringatan.

Dari hasil penelitian ini bisa dilihat bahwa pegawai di beberapa negara memiliki kebiasaan buruk yang sama. Maka pihak HRD memang seharusnya memiliki pengawasan ketat kepada para pegawai. Kalaupun mereka butuh waktu untuk istirahat dan ingin santai, para pegawai bisa memanfaatkan cuti tahunan mereka. Dan jika yang membaca tulisan ini adalah pegawai, tutup pikiran untuk melakukan kebohongan yang sama. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, kebohonganmu bisa menjadi nilai merah yang memotong gaji bahkan menunda promosi jabatanmu. Be wise!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *